Rabu, November 05, 2014

Gowes Reuni Bersama Teman Lama ke Coban Jahe

Akhirnya ada kesempatan untuk meluangkan kata-kata yang ada dipikiran ini ke dalam sebuah tulisan. Kisah gowes ekspedisi masih berlanjut, kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang kisah jelajah Coban Jahe bersama rekan-rekan 'Sepeda Kita'. Setelah bulan Juni lalu saya sering nge-gowes sendirian, kali ini saya bergabung dengan teman-teman yang juga punya passion sama yaitu suka sepedaan tapi tak punya klub. Temannya teman-teman yang akhirnya jadi teman bersepeda ria, grup WA dengan nama 'Sepeda Kita' pun akhirnya terbentuk. Dengan adanya 'Sepeda Kita' ini, kita jadi sering gowes bareng keliling kota Malang dan meng-explore tempat-tempat yang belum dikunjungi.
Sepeda narsis

Janjian lewat grup WA, akhirnya terkumpul-lah teman-teman yang mau ikut diajak gowes ke arah Tumpang. Meskipun yang punya waktu luang di hari Sabtu itu cuma 4 orang, kami tetap berangkat. Kali ini tujuannya adalah Coban Jahe di daerah Jabung. Secara administratif Coban Jahe terletak di dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kab Malang. Kalau dari kota Malang kira-kira jaraknya sekitar 23 KM.
 

hey, itu aku!
Pagi itu hari Sabtu, kami berempat berkumpul pada titik pertemuan di Pemandian Wendit. Hari itu merupakan pertemuan pertama saya dengan Panji dan Angga setelah sekian tahun tak saling jumpa. All set up and ready kami pun berangkat menuju timur menanjak ke arah Tumpang. Gulang tampak beringas mengendarai tunggangannya, coba kalau hari itu Badak juga ikut bakal terjadi adegan balapan di sepanjang jalan. Setelah melewati pasar Pakis, jalanan semakin menanjak tapi tak terlalu curam ( jalur Bedengan masih juara ). Jalur menuju ke Coban Jahe terpampang nyata dan jelas, jadi tidak usah khawatir untuk kesasar. Memasuki gerbang 'Selamat Datang di Kota Tumpang' ada pertigaan dan kami belok ke kiri mengikuti petunjuk, dari sini jarak yang ditempuh masih 9 KM lagi. Jangan takut untuk bertanya pada penduduk sekitar jika kita bingung. Di sepanjang perkampungan, kita bakal menjumpai kripik-kripik singkong yang dijemur. Tak hanya itu, pemandangan yang disuguhkan seperti deretan petak-petak sawah dan perkebunan penduduk akan jadi hidangan yg bisa memanjakan mata. 

Setelah melewati jalan aspal tibalah nanti di pertigaan antara petunjuk ke Coban Siung dan jalan makadam, ambil jalan makadam ke arah tegalan. Sebelum sampai ke area Coban Jahe, kita akan melewati area Makam Pahlawan Kali Jahe. Asal-usul adanya makam pahlawan ini adalah untuk menghormati para tentara yang telah gugur di daerah tersebut. Nama Jahe dulunya berasal dari bahasa Jawa 'Pejahe' yang artinya meninggal dunia. Jaman dahulu ada satu regu tentara TNI yang dikomandoi oleh Ali Murtopo, mereka berjuang melawan pemerintah Belanda dan tewas di daerah tersebut. Itulah sedikit sejarah dari Makam Pahlawan Kali Jahe. 
Makam Pahlawan Kali Jahe
Tiduran di Hammock




















Dari Makam Pahlawan ini perjalanan masih terus menanjak, cuma sedikit nanjaknya sebelum sampai di lokasi Wisata Coban Jahe. Ada bilik loket tapi sepertinya jarang digunakan di hari-hari biasa. Kemungkinan loket karcis ini cuma beroperasi pada hari Minggu saja. Yang menarik perhatian saya waktu ke area lokasi ini bukan air terjunnya, mata langsung tertuju pada hammock yang menggantung di antara pepohonan. Sejenak berleha-leha di atas hammock jadi surga tersendiri setelah lelah menggowes sepeda. Pemandangan indah di depan mata, suara air gemericik serta taman bunga yang telah ditata sedemikian rupa. Awesome! ada yang seperti ini loh di sekitar Malang. I feel free.... bunga-bunga ala Syahrini seakan bisa diparodikan di tempat ini. 

Angga, Gulang dan Panji 
Belum afdol rasanya kalau ke Coban tidak menikmati dingin airnya, kami pun turun ke bawah dan berpose bersama sepeda yang telah kami tunggangi. Lupa deh sama lelah dan jauhnya perjalanan menuju tempat tersebut. Inilah gowes pertama saya bersama teman-teman menjelajah Coban Jahe. Pesona air terjun ini rupanya masih mampu membuat saya dan rekan-rekan yang lain mencoba rutenya kembali. Terbukti, selang beberapa minggu kemudian, saya beserta personil yang lebih banyak gowes lagi ke sana.

1 komentar:

Silahkan tinggalkan jejak