Kamis, Juni 25, 2015

Dolan Dadakan ke Pantai Batu Bengkung




Malang, 2 Juni 2015

Awal minggu di bulan Juni, kecium sudah bau-bau liburan panjang. Kantor secara mendadak mengumumkan ngadain outing seluruh karyawan ke Jogja selama 3 hari untuk weekend ini. Kapan lagi coba ada acara rekreasi rame-rame dari kantor? Ke Jogja pula? Di-iya-in aja deh, ikutan walo harus numpuk banyak kerjaan. Senin kemarin HARPITNAS ( Hari Kecepit Nasional ) rasanya udah nggak fokus aja kerja, bawaannya pengen main terus dan segera cepet-cepet hari Kamis. 

Nah, yang ini juga serba dadakan. Memanfaatkan waktu libur yang cuma sehari, temen ngajakin ke Pantai Batu Bekung. Awalnya iseng, si Gandos ngajakin pergi ke pantai selatan yang belum pernah ia kunjungi. Kirain bakal naik sepeda motor boncengan berdua eh ternyata dia bawa mobil. Karena pergi berdua begitu garing saya menculik Kag May dan Gandos ngajak temennya 2 pasang. Pas sudah mereka sepasang-sepasang. 

Niatnya sih berangkat dari Malang pukul 9 pagi tapi yang terjadi molornya gila-gilaan
. Ya maklum lah ya akibat rencana dadakan dan nggak ter-planing sama sekali. Setelah habis menyusul jamaah di sana sini, kita berangkat dari Malang menuju Sendang Biru jam 1 lebih. Bisa dibayangin kan nyampe pantai nanti jam berapa?

Setelah menempuh perjalanan kira-kira sekitar 2 ½ jam barulah kita sampai di Pantai Batu Bekung. Pantai ini terletak di desa Gajah Rejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten kota Malang (57 km dari Kota Malang). Untuk menuju pantai ini tidaklah sulit karena akses jalannya sudah terpampang nyata. Jalur Lintas Pantai Selatan sekarang sedang dalam proses pembenahan. Mulai dari Pantai Sendang Biru – Pantai Kondang Merak jalannya bakal segera diaspal. Bukit-bukit di kanan kiri jalan mulai ‘dipapras’, biar nggak banjir selokan mulai digarap, nggak heran kalau kemarin waktu melewati jalan ini banyak kendaraan proyek lalu lalang. 

Dimanakah lokasi Pantai Batu Bekung? Kalau lewat jalur Sendang Biru nanti ketika ada pertigaan beloklah ke kiri ke arah Pantai Goa Cina. Banyak pantai-pantai yang sudah mulai dibuka disepanjang Jalur Lintas Pantai Selatan ini. Ada Sendang Biru – Clungup – Gatra – Tiga Warna – Goa Cina – Bajul Mati – Jelangkung – Batu Bekung – Nganteb – Balekambang – Panjang – Kondang Merak dan masih ada pantai-pantai tersembunyi yang tak bernama di sepanjang jalur ini. Masuk ke kawasan Pantai Batu Bekung harus bayar Rp. 5000 / orang. Fasilitas di kawasan ini minim sekali, terdapat 3-4 warung yang menyediakan makanan dan minuman. Kamar ganti untuk bilaspun cuma terpusat di satu lokasi. 

Pemandangan yang ditawarkan di Pantai Batu Bekung sangat memanjakan mata. Kawasan ini tersembunyi dibalik perbukitan, buat kamu yang berjiwa petualang bisa mencoba menaiki bukit Batu Bekung. Pemandangan dari atas bukit tampak seperti Pantai Klayar yang ada di Pacitan. Harap ekstra hati-hati ketika treking di bukit ini karena masih minim pengaman. Coba bayangkan kamu berjalan dan di salah satu sisimu langsung laut lepas dengan deburan ombak khas pantai selatan.

Pengen pemandangan yang super amazing? Kamu bisa naik lagi memanjat karang dengan bantuan tali pengaman hingga sampai ke puncak bukit. Saya berpikir kalau pantai ini merupakan spot terbaik untuk menyaksikan matahari tenggelam. Dengan bukit yang sedikit menjorok ke laut dan menghadap ke barat, next time harus mencoba bermalam di sini. Nah, satu hal lagi yang saya suka dari pantai ini adalah kita bisa berenang sesuka hati dan nggak takut tergulung ombak ganasnya pantai selatan. Ada kolam yang terhalang karang dengan kedalaman yang bervariasi. Rasanya pengen ‘nyemplung’ waktu melihat kolam ini, tapi sayang saya nggak membawa baju ganti. 

Sore akan berganti malam, beberapa pemuda penduduk sekitar kompak membersihkan area pantai dari sampah yang ditinggalkan pengunjung. Mereka mengumpulkan sampah-sampah untuk dipisahkan dan dibakar. Saya yang ‘kengangguren’ juga sempat membantu mereka mengumpulkan sampah sambil bertanya tentang jalur lintas selatan yang tembus sampai ke Balekambang.
Hari mulai gelap, kami pun pulang dan beranjak menuju Malang melewati jalur lintas selatan. Ini adalah pertama kalinya kami mencoba jalur tersebut malam-malam. Kata bapak penduduk sekitar jalurnya sudah enak untuk dilewati. Jalurnya sih belum di aspal, tanah padat lumayan datar sedikit bergeronjal dan ternyata cuma butuh waktu 20 menit melewati jalanan ini. Jadi kalau besok-besok mau ke pantai ini lebih baik lewat jalur Balekambang saja ndak usah memutar lewat Druju. 











Penduduk sekitar membakar sampah yg ditinggalkan pengunjung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak