Selasa, November 17, 2015

Ketika Coban Brues Airnya Mampet


Ketika ekspektasi tak sesuai dengan realita. Inilah yang kami lakukan saat dolan mencari keberadaan Coban Brues di rimbunnya belantara hutan. Coban Brues terletak di Dukuh Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tempatnya masih berada di sekitar area wisata Bedengan. 


Pagi itu, setelah semua berkumpul di area parkir Bedengan, kami semua mulai berjalan ke arah barat mendaki bukit menyusuri aliran sungai mencari keberadaan Coban Brues. Banyak tumbuhan bambu air disepanjang aliran sungai. Saat tiba di lokasi yang katanya Coban Brues tak tampa suara aliran air jatuh dari ketinggian. Airnya mampet, yang terlihat hanya dinding batu menjulang tinggi kering kerontang. 



Ada banyak cara untuk bersenang-senang, awalnya kami semua hanya duduk istirahat di bebatuan. Eh tangan-tangan kami rupanya terlalu nggratil, memindahkan batu-batu kecil hingga membentuk sebuah kolam kecil. Tak cukup hanya dengan memindahkan batu kecil, kami merangsek mencari batu yang lebih besar untuk menghadang air. Ya, kami sedang membuat tanggul kecil-kecilan untuk sejenak kum-kum sembari menikmati keheningan hutan.






Sementara yang lain bermain air, mas Dikin mengeluarkan hammock kesayangannya. Leha-leha menikmati suasana, tenangnya ada di tengah-tengah rimbanya alam. Jauh dari hiruk pikuk kota, suara gemericik air seolah jadi terapi tersendiri. Tujan bukan akhir dari perjalanan, proseslah yang akan banyak memberikan pengalaman dan pelajaran. Yah meskipun kita nggak bisa melihat indahnya air terjun Coban Brues seenggaknya kita jadi bisa kumpul-kumpul.





Duduk-duduk sore dibawah kerindangan hutan pinus Bedengan sambil bercerita tak tentu arah hingga matahari terbenam dibalik bukit. Someday kami pasti kesana lagi, melihat apakah tanggul yang kami buat masih ada atau sudah tergerus waktu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak